Pembebasan
Negara, dengan demikian adalah sama sekali bukan merupakan kekuatan yang dipaksanakan dari luar kepada masyarakat, sebagai sesuatu sesempit ‘realita ide moral’, ‘bayangan dan realita akal’ sebagai mana yang ditegaskan oleh Hegel. Malahan, Negara adalah produk masyarakat pada perkembangan tertentu, Negara adalah pengakuan bahwa masyarakat itu terlibat dalam kontradisksi yang tak terpecahkan dengan dirinya sendiri, bahwa ia telah tepecah menjadi segi-segi yang berlawanan yang tak terdamaikan dan ia tidak berdaya melepaskan diri dari keadaan demikian itu. Dan segi-segi berlawanan ini, kelas-kelas yang kepentingan-kepentingan ekonominya berlawanan, tidak dibinasakan satu sama lain dan tidak membinasakan masyarakat dalam perjuangan yang sia-sia, maka untuk itu diperlukan kekuatan yang nampaknya berdiri di atas masyarakat, lahir dari masyarakat.
Loading...




Salam Sosialisme Sejati……
Halo Bung Erwin, apa kabar? Gimana perkembangan PRP Bengkulu?. Semoga keseharian kita senantiasa disertai dengan semangat juang yang kebal terhadap rasa lelah. Salam buat kawan-kawan Bengkulu!
Warm Regards,-
Herdiansyah “Castro” Hamzah
Castro - November 17, 2008 at 9:44 pm
Artikel terbaru PRP Samarinda ; “POLITIK RAKYAT PEKERJA”. Selengkapnya, silahkan berkunjung ke weblog kami di : http://prp-samarinda.co.cc/. Semoga bisa menjadi referensi kita bersama kedepan!
Salam hangat dari Samarinda……
PRP Samarinda - November 17, 2008 at 9:47 pm
Wah, mantap kali isi blog kamu Win…tampaknya kau sedang berjalan “merajut mimpi” untuk suatu saat kelak : MENANG!
Lely Zailani - September 4, 2009 at 3:29 pm
terima kasih Lely, semoga saja didepan akan ada KEMENANGAN
Erwin S Basrin - September 5, 2009 at 7:22 am
terima kasih Lely, semoga saja didepan akan ada KEMENANGAN
Erwin S Basrin - September 5, 2009 at 7:22 am